Kenali Kriteria Dasar Struktur Bangunan Tahan Gempa

Gambar 1. Rumah 2 Lantai dengan Konsep Tahan Gempa (sumber: pixabay.com)

          Memiliki hunian yang aman adalah impian semua orang. Definisi aman menurut sebagian besar orang adalah apabila rumah Anda berada di daerah yang jauh dari resiko kejahatan seperti pencurian, penculikan dan tindak kejahatan lainnya. Selain itu Anda juga merasa aman apabila hunian Anda juga terbebas dari resiko terjadinya bencana alam, salah satunya adalah gempa bumi. 

          Kita tahu bahwa gempa bumi merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia.  Hal ini terjadi karena posisi Indonesia yang terletak diantara tiga lempeng aktif yaitu lempeng Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Pertemuan ketiga lempeng tersebut menyebabkan resiko gempa bumi tidak dapat dihindari apabila Anda memiliki hunian di Indonesia. 

          Salah satu langkah preventif yang dapat Anda lakukan sebagai structural engineer adalah mampu merekomendasikan jenis hunian yang tahan terhadap gempa kepada klien Anda. Namun bagaimana Anda mengetahui ciri struktur bangunan yang tahan terhadap gempa? Berikut beberapa kriteria dasar material bangunan tahan gempa yang harus Anda ketahui!

1. Perbandingan Kekuatan Bangunan Lebih Besar daripada Beban Bangunan Proyek

Gambar 2. Pondasi Bangunan Tahan Gempa (sumber: picjumbo.com)

         Dalam menentukan jenis material yang digunakan untuk proyek, Anda tentunya harus menghitung berapa jumlah beban material dalam bangunan Anda. Hal ini perlu dilakukan karena Anda perlu mengetahui berapa besarnya beban gempa yang bekerja pada proyek Anda.

           Apabila jumlah beban yang diperlukan untuk proyek sudah diketahui, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis material konstruksi yang cocok untuk proyek bangunan Anda. Dalam menentukan jenis material konstruksi, hal yang perlu diperhatikan adalah material yang Anda pilih memiliki nilai kekuatan yang lebih besar daripada beban gempa dalam konstruksi Anda. Maka dari itu, Anda dianjurkan untuk memilih material yang ringan agar besarnya gaya yang bekerja pada bangunan dapat dikurangi.

          Jenis material yang cocok untuk struktur bangunan tahan gempa adalah material wiremesh. Hal ini dikarenakan wiremesh memiliki kekuatan dan fungsi yang sama dibandingkan material besi konvensional namun memiliki dimensi penampang yang lebih kecil sehingga dapat mengurangi beban dari struktur bangunan Anda. Adapun contoh proyek bangunan tahan gempa yang berhasil menggunakan pembesian wiremesh dilakukan pada Proyek Perencanaan Struktur Tahan Gempa di Gedung Laboratorium Universitas Tanjungpura.

2. Memiliki Sifat Daktilitas yang Tinggi

Gambar 3. Struktur Dinding Bangunan Tahan Gempa (sumber: unsplash.com)

         Kriteria bangunan tahan gempa yang kedua adalah proyek bangunan Anda memiliki sifat daktilitas yang tinggi. Sifat daktilitas adalah kemampuan struktur bangunan dalam menghadapi beban tarik tanpa menurunkan kekuatan dari bangunan itu sendiri. Sifat tersebut wajib dimiliki oleh bangunan tahan gempa agar ketika terjadi goncangan, bangunan Anda tidak mengalami kerusakan yang berarti.

         Contoh material bangunan yang memiliki kemampuan daktilitas yang tinggi adalah material besi beton. Hal ini dikarenakan material besi beton memiliki sifat yang tidak mudah memuai/hancur apabila diberi pembebanan seperti yang telah disebutkan diatas.

3. Sifat Degradasi Material yang Rendah

Gambar 4. Atap Rumah dengan Dinding Beton (sumber: stocksnap.io)

          Degradasi adalah penurunan kualitas material bangunan yang dilihat dari kekuatan akibat beban bangunan secara berulang. Material bangunan yang Anda pilih hendaknya memiliki tingkat degradasi yang rendah agar bangunan rumah Anda tidak mengalami penurunan mutu dengan cepat akibat gempa bumi.

          Contoh material yang mudah mengalami degradasi adalah material yang bersifat getas seperti dinding pasangan batu bata, pasangan batu dan material beton tanpa tulangan yang baik. Material-material tersebut tidak memiliki ketahanan yang baik dalam menahan beban gempa yang terjadi berulang-ulang dan sebaiknya dihindari dalam penggunaan proyek bangunan tahan gempa.

4. Memiliki Kekuatan Material yang Seragam

Gambar 5. Material Bangunan Rumah yang Seragam (sumber: unsplash.com)

          Agar bangunan Anda mampu menghadapi gempa yang terjadi berulang-ulang, sebaiknya bangunan rumah Anda menggunakan sistem struktur material dengan kekuatan yang seragam. Hal ini harus dilakukan agar komposisi material-material yang ada dalam bangunan Anda mampu menahan beban gempa dengan seimbang. 

          Sebagai contoh Anda dituntut mampu menentukan ukuran wiremesh yang tepat untuk proyek bangunan tahan gempa Anda. Hal ini dikarenakan wiremesh memiliki beragam ukuran dan varian. Dengan memilih ukuran wiremesh yang tepat, Anda mampu menyusun perencanaan struktur yang lebih efisien, dan merumuskan jenis material struktur yang mampu menahan pembebanan bangunan.

Selain itu, Anda perlu memperhatikan kualitas sambungan antara material-material bangunan Anda. Sebaiknya sambungan antara material-material antara bangunan direncanakan lebih kuat daripada material-material struktural karena untuk mengurangi potensi kerusakan bangunan yang datang dari sambungan material.

5. Penyusunan Estimasi Biaya yang Efisien

Gambar 6. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (sumber: unsplash.com)

Selain mempertimbangkan dari keempat faktor kriteria diatas, Anda perlu mempertimbangkan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk perencanaan struktur proyek bangunan tahan gempa Anda. Perencanaan ini harus dilakukan dengan matang tidak hanya mempertimbangkan dari sisi jumlah biaya yang dikeluarkan, tetapi masih mempertimbangkan dari perhitungan material yang cocok untuk dipakai pada bangunan tahan gempa Anda.

Apabila Anda mampu membuat perencanaan struktur bangunan tahan gempa dengan tepat, bisa dipastikan bahwa pengeluaran biaya untuk proyek juga semakin lebih efisien.

Demikian beberapa kriteria bangunan tahan gempa yang cocok untuk proyek bangunan Anda. Pastikan Anda mampu menerapkan lima kriteria bangunan tahan gempa diatas agar proyek Anda lebih awet dan dijauhkan dari kerusakan yang berarti.

Referensi: 

Siswanto, A. 2019. Kriteria Dasar Perencanaan Struktur Bangunan Tahan Gempa. Jurnal Teknik Sipil Vol 11
Utami, D, dkk. 2021. Perencanaan Struktur Tahan Gempa Gedung Laboratorium Universitas Tanjungpura Pontianak. JeLast : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 8, No 2

https://www.smsperkasa.com/blog/mengenal-ukuran-wiremesh-untuk-konstruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *